Saturday, May 21, 2016

Tanggal Tua Survival : Bajak Pernikahan Orang

Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons X MatahariMall. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons. voucher mataharimall dan hadiah disponsori oleh MatahariMall.

mataharimall-kompetisi

Pernah engga sih lo dateng ke pernikahan seseorang tapi pas udah di atas panggung dan mau salaman, lo sadar bahwa lo sama sekali engga kenal siapa yang lagi nikah? Lo baris di belakang orang-orang yang asik disapa sama pasangan pengantinnya tapi pas giliran lo, lo cuman dengan awkward-nya bilang "Selamat ya :)" dan mereka cuman "Makasih.." sambil dalam hati lo bilang "Siapapun lo". Gue mau cerita pengalaman gue kayak gini, tapi waktu itu engga ada yang ngajak gue ke pernikahan orang yang engga gue kenal itu, gue yang memperbolehkan diri gue sendiri masuk.

Semua ini sebenernya datang dari kekesalan gue terhadap budaya pernikahan di Indonesia. Lo buang-buang ratusan juta cuman buat berdiri di atas panggung selama dua jam dan salam-salaman sama orang-orang yang lo belom pernah liat seumur hidup lo. Orang tua jadi orang yang lebih sibuk dari lo, ngundang temen-temen mulai dari genk arisan sampai genk motor.


Buat gue, pernikahan harusnya jadi acara yang spesial dan intim bagi suatu pasangan, bukan jadi sebuah "show" yang orang seenak jidad dateng aja gitu. Hal ini mungkin terpapar ke gue dari budaya pernikahan temen-temen kakak gue yang di luar negeri, atau TV influence. Tapi ya, daripada gue terus-terus mengeluh yang pasti engga ada gunanya, mendingan gue manfaatin keadaan ini. Hal ini membantu banget terutama di tanggal tua.

 


Pertama kali gue mencoba mengeksploitasi pernikahan seseorang demi menolong lapar gue itu tahun 2010. Gue baru selese temenin kakak gue ke pameran pendidikan Eropa di salah satu "balai" besar di Jakarta. Waktu mau keluar dan cari taksi, gue mendengar ada rintihan sedih dari perut gue, diikuti dengan rintihan lebih sedih dari dompet gue. Di siang yang panas layaknya Jakarta pada umumnya itu, gue melihat orang-orang pakai batik rapi dan jas. Muncul lah bohlam bersinar di atas kepala gue.
Gue : mba.. laper ga?
KK : laper vin..
Gue : mba.. bokek ga?
KK : bokek vin..
Gue : mba.. mau makan gratis ga?
KK : gimana caranya deh? mulai deh lu gila
Gue : ada resepsi tuh mba.. dateng aja
KK : terus mau jb-jb (join bareng) gitu? ketauan lah.. liat baju kita (gue: kaos tengkorak dan jeans, KK: karung goni)
Gue : udah santai aja.. diusir ya tinggal keluar susah amat.. ayolah pleaaseee.. pengen coba sekali aja
KK : yaudah-yaudah..
Gue : follow my lead!
 
 

Akhirnya gue dan kakak gue menyantap kambing guling yang ada disana. Atas rasa terima kasih terhadap makanan yang telah berhasil dirampas secara rakus, gue dan kakak gue naik ke panggung dengan pakaian ala kadaranya itu. Tampang kebingungan dari pasangan yang harusnya berbahagia itu, bikin hari itu makin seru.

Story #2
Ternyata aksi gila gue baru bisa dipraktikan kembali dua tahun kemudian, di hari-hari terakhir SMA gue. Hari itu adalah pengumuman SNMPTN Undangan angkatan gue. Dengan berbagai usaha dan kemujuran berlebihan, gue dan tiga teman baik gue, keterima di Institut Teknologi Bandung.
  
Bahagianya kami berempat ternyata tidak berbanding lurus dengan bahagianya dompet kami di yang sepertinya merupakan tanggal tua juga. Dengan modal benar-benar nekat, gue dan temen-temen gue memutuskan bahwa keterbatasan uang tidak sama dengan keterbatasan ide. Siap dengan kemeja rapi, gue dan temen-temen gue akhirnya pergi keliling Jakarta untuk mencari pernikahan dengan prinsip "Kalau di Jakarta, hari Sabtu pasti ada yang nikah, apalagi di tempat mewah." Bener hipotesa sederhana kami, janur kuning pertama yang kami liat langsung dihajar.
'

Lihat tampang anak-anak SMA bahagia karena telah makan hanya dengan membayar uang parkir.

TAPI TENANG

Sebenernya, kalau jaman sekarang mah lo udah engga harus kayak gue. Sekarang, salah satu platform e-commerce keren di Indonesia, Matahari Mall, ada DISKON UNTUK TANGGAL TUA! Sumpah, menurut gue, ini adalah solusi dan tawaran yang super baik dan super menggiurkan. Lo engga harus jadi kayak gue yang ngebajak pernikahan orang, #JadilahSepertiBudi




No comments:

Post a Comment

The Good Ones, be part of them!