Wednesday, May 29, 2013

Seriously? Don't Be a Joke, Be The Joker

"why so serious?"

Kata-kata keluaran The Joker di film The Dark Knight (2008) engga bisa gue lupain dan mungkin agak-agak masuk alam bawah sadar gue somehow. Sebelom gue ngelakuin hal-hal aneh dan gila, biasanya ada suara dari lubuk hati yang dalam "ah, yasudahlah, why so serious?" dan dari situ gue dapet kepercayaan diri untuk ngelakuin hal-hal absurd bin alabud. Seakan-akan, gue udah sejalan banget nih sama The Joker.

Bukan cuman kata-kata iconic itu yang ngebuat gue suka (not in a weird clown fetish way) sama orang yang dapet julukan The Clown Prince of Crime itu. The Joker selalu menjadi karakter kesukaan gue dalam dunia komik, ngelebihin Spider-Man dan Deadpool-Deathstroke. Menurut gue, dia sangat mempesona. Cara dia ngomong, cara dia bergaya, cara dia berpikir. No other could be like him.

Yes, he's the bad guy. Bagi siapa? Okelah, bagi si manusia kalong kamsupay itu karena The Joker emang suka beraksi (menurut orang banyak) agak kelewatan dan mengakibatkan terancamnya banyak nyawa orang. Tapi, mari coba kita lihat dibalik semua itu. Apa sih yang sebenernya yang gue liat dari The Joker saat gue ga ngeliat kenyataan (kefiksian) bahwa dia ngebunuh Robin, ngebuat Batgirl lumpuh selamanya, dan tetek bengek lainnya?


Thursday, May 16, 2013

Teori Payung


kantong kresek bekas bawa rujak bisa jadi tameng terakhir lo di saat lo desperate melawan hujan yang beraninya dateng keroyokan. hal ini akhirnya terjadi sama gue saat opsi terakhir yaitu temen gue, Dey, yang gue kira bisa gue pinjem payungnya, harus dengan sialan ngebawa pulang payungnya. Ya I can’t really blame her sih. Tetep sih, sialan lo. Pret.

beberapa waktu yang lalu, ada kejadian yang ngebuat gue merenung kesal saat ngeliat payung gue kering bendering selagi gue yang basah kuyup. yang membuat gue merumuskan teori, 

teori payung:
“ada di saat hari tak berawan, hilang saat badai ga santai banget”


illustration by @tatjanadabita :)

apa yang terjadi?

The Good Ones, be part of them!