Wednesday, May 29, 2013

Seriously? Don't Be a Joke, Be The Joker

"why so serious?"

Kata-kata keluaran The Joker di film The Dark Knight (2008) engga bisa gue lupain dan mungkin agak-agak masuk alam bawah sadar gue somehow. Sebelom gue ngelakuin hal-hal aneh dan gila, biasanya ada suara dari lubuk hati yang dalam "ah, yasudahlah, why so serious?" dan dari situ gue dapet kepercayaan diri untuk ngelakuin hal-hal absurd bin alabud. Seakan-akan, gue udah sejalan banget nih sama The Joker.

Bukan cuman kata-kata iconic itu yang ngebuat gue suka (not in a weird clown fetish way) sama orang yang dapet julukan The Clown Prince of Crime itu. The Joker selalu menjadi karakter kesukaan gue dalam dunia komik, ngelebihin Spider-Man dan Deadpool-Deathstroke. Menurut gue, dia sangat mempesona. Cara dia ngomong, cara dia bergaya, cara dia berpikir. No other could be like him.

Yes, he's the bad guy. Bagi siapa? Okelah, bagi si manusia kalong kamsupay itu karena The Joker emang suka beraksi (menurut orang banyak) agak kelewatan dan mengakibatkan terancamnya banyak nyawa orang. Tapi, mari coba kita lihat dibalik semua itu. Apa sih yang sebenernya yang gue liat dari The Joker saat gue ga ngeliat kenyataan (kefiksian) bahwa dia ngebunuh Robin, ngebuat Batgirl lumpuh selamanya, dan tetek bengek lainnya?





Yang pertama pasti intelligence. Kalo kalian ga baca komik, minimal kita bisa bahas dari filmnya dan.. ya random facts yang umum. Untuk ngebuat Joker Venom, signature weaponnya, The Joker butuh keahilan di bidang chemistry dan biochemistry. Untuk kemampuan manipulatif ekstrimnya, menurut gue The Joker juga punya keahlian di bidang psikologi. Ilmu-ilmu fisika juga pasti dia kuasain buat aksi-aksinya.  Mungkin dia waktu kuliah ngambil SKSnya banyak banget kali ya dalam 1 semester. Mungkin saja. Ditambah dengan bisa dilihatnya bahwa dia strategist yang hebat banget. Sering banget si Batman, yang dikata detektif paling hebat di dunia, diakal-akalin dia dengan gampangnya.

Oh, his style and his charm. Dia bukan tipikal prince charming yang bakal nyelamatin Rapunzel yang rambutnya kotor karena kena-kena tanah, cuman menurut gue dia punya karisma yang setaralah. Cara pakaiannya dan cara jalannya, terlihat ego dan kepercayaan diri yang tinggi (bahkan ga perlu dateng dengan pake kuda putih!).  Nah! Kepercayaan diri yang tinggi! Itu juga salah satu poin di sini. Gue inget banget ada kata-kata The Joker "Never apologize  for the way you look". Somehow ini sebuah ketukan buat anak-anak yang masih aja ga pede karena fisiknya. Bro, plis, The Joker yang mulutnya lebar, pake lipstik mulu, mukanya penuh bedak aja selo. Di sini ada pelajaran bahwa lo harus bersyukur atas bentuk lo. Lo harus nyaman sama diri lo sendiri.

Dia ga tertarik sama uang. Di film The Dark Knight, kenyataan (sekali lagi, kefiksian) ini di garisbawahi banget. Terus manfaatnya apa? Dia ga bakalan korupsi kalo jadi orang pemerintahan, dia ga bakalan bisa disuap. Inget kan gimana kriminal-kriminal kebingunan ngurusin dia karena mereka pikir "every man has a price", well not this clown. Di dunia yang serba uang ini, The Joker ngajarin gue that there's more to life dibandingkan uang. Ya, kecuali lo bener-bener mau jadi Batman / Iron Man, baru deh lo harus tajir mampus.

He does not plan. Sekali lagi, ini salah satu yang ditekanin di film The Dark Knight. Dia ngeibaratin dirinya kayak anjing yang ngejar-ngejar mobil. Ga ngerti bakalan ngapain kalo udah sampe mobilnya, ya.. yang penting dilakuin. Oke, mungkin ada bagian yang ngebingungin yah, kalo dia emang ga suka ngeplan, kenapa kesannya dia ada plan banget dan plannya rumit? Kesimpulan gue? Kemampuan berpikir dan improvisasi dengan cepat dan tepat. Kalo ada tv Ranking 1 di Gotham, pasti si abang menang. Terus kenapa gue suka dengan kenyataan ini? Somehow gue juga orangnya kayak gini, apalagi dulu (kalo sekarang udah agak organized untungnya), dinamis banget, ngelakuin sesuatu seenak jidad tanpa rencana dan perhitungan. Di sini gue ngerasain kenapa The Joker gini, well.. because it's fun!

Dia cuman mau orang itu senyum. Aduh, mulia sekali bukan? Mungkin The Joker paham bahwa senyum adalah awal dari perdamaian dunia.

SO.. sekarang gue tanya lagi, what's not to like? Pinter banget, PD, dinamis dan kreatif, dan salah tujuan hidupnya dalah ngebuat orang lain senyum. Oh, wait, there's still the 'crazy' part of him ya? Masih ada kefiksian bahwa karya-karyanya melibatkan orang lain dengan cara yang tidak layak? Gue pernah menemukan pertanyaan menarik,

Kalo The Joker emang pinter banget, kenapa dia ga bisa ngebedain mana yang salah dan mana yang benar?
Apakah ini sebuah masalah moral? Mungkin bisa dilihat kenyataan bahwa The Joker adalah seorang sociopath.  Dikatakan bahwa sociopaths adalah orang-orang yang lack a moral sense of right and wrong. Tapi, sebetulnya, mana sih yang benar? mana sih salah? Atau lebih tepatnya, benar dan salah menurut siapa? Kamu? Benar dan Salah menurut gue adalah sesuatu yang relatif. Sesuatu yang tergantung budaya lo selama ini, dan sesuatu yang menurut kebanyak orang, justru merupakan sesuatu yang absolut dan tidak bisa ditentang. Still with me? Good. Itu cuman konsep-konsep yang lo percayain dan menurut opini lo. Ga semua orang mempunyai kepercayaan dan opini yang sama dengan lo kan? Apakah itu berarti mereka salah? Atau jangan-jangan... pemikiran lo yang 'salah'.

Contoh sederhana, dengan isu yang lagi hangat, gay marriage. Sebagian melarang, sebagian memperbolehkan. Siapa yang salah? Siapa yang benar? Atau kasus lain, tentang membunuh deh. Salah bukan? Terus kenapa banyak tokoh sejarah jadi pahlawan padahal pada jamannya dia bunuh banyak orang? Bukannya mestinya sama aja bunuh-bunuhan dulu sama bunuh-bunuhan sekarang?

The point is, coba lihat dari sisinya Bang Joker deh. Gimana kalo kasusnya ternyata emang dari kecil dia ditelantarkan dan dia ga ada yang ngajarin 'moral-moral umum'? Mungkin emang The Joker merupakan karakter kompleks yang susah dipahami karena emang masa lalunya engga pernah dijabarkan dengan jelas. Kan ternyata kalo engga ngeliat sesuatu dari hal yang relatif seperti 'benar dan salah' tindakannya, The Joker pasti diterima sebagai tokoh yang hebat dan dikagumi banyak orang. Itu lah opini gue tentang The Joker dan kenapa dia adalah karakter yang gue kagumi.

Pelurusan : Gue pribadi menentang yang namanya perengutan nyawa orang, apapun alasannya. Tadi cuman bentuk gue untuk ngajak lo sama-sama ngeksplorasi tentang konsep 'benar salah' ini, karena menurut gue ini menarik banget.

Wakakak jarang bets nih gue ngepost-ngepost yang agak serius gini, padahal isinya tentang orang yang ga pernah serius. Gimana menurut lo? Tentang Joker ataupun konsep benar-salah? Comment lah comment, i would like to see your thoughts on this.

#RandomRecommendation of The Week : TV Show, Elementary, tentang Sherlock Holmes yang di New York. Menurut gue asik banget dan berbeda. 'New Holmes. New Watson. New York.' Kok baru sekarang kasih rekomendasinya? 1) Baru bikin #RandomRecommendation, 2) Menurut gue Elementary masih kalah pamor sama Sherlock yang dimainin sama Benedict Cumberbatch, 3) Juga baru tau soalnya.

Jangan lupa untuk : BEND IT LIKE BANANA! karena hal-hal terbaik dalam hidup, engga yang lurus-lurus doang

No comments:

Post a Comment

The Good Ones, be part of them!